SEJARAH LAHIRNYA FILSAFAT
Oleh: Muzayyidin
“…Bodoh orang yang menyeru untuk sekedar taqlid saja dan mengesampingkan akal secara total. Tertipulah orang yang mencukupkan dirinya dengan akal saja dan mengabaikan cahaya Al Qur’an dan As Sunnah. Anda jangan termasuk ke dalam dua kelompok tadi, tetapi jadilah yang menggabungkan antara akal dan cahaya syara’. Ilmu-ilmu akal bagaikan makanan, sedangkan ilmu-ilmu syara’ bagaikan obatnya…”
(Al Ghazali-1056-1111 M)
Pendahuluan
Tidak diragukan lagi bahwa sejatinya manusia makhluq berpengetahuan dan cenderung berbuat baik.Dengan demikian, manusia adalah satu-satunya makhluq yang paling mulia diantara makhluq Tuhan lainnya, Sebab, Manusia dikarunia mitra kerja yang bernama akal. Dengan akal, manusia mendapatkan segala apa yang diinginkan bahkan untuk mencapai apa yang dicita-citakan oleh semua makhluq hidup yang bermukim dimuka bumi yakni, al-ma’rifah. Tentu semua itu akan didapat hanya dengan ber-filsafat, titik. Namun demikian, Filsafat, sejauh ini memang belum mendapatkan ruang dalam benak seseorang, sehingga kurang begitu diminati bahkan ditinggalkan, khususnya para Mahasiswa, santri, ustad, bahkan kyai. Dengan lain kata, belajar Filsafat hanya dianggap buang-buang waktu dan tidak jarang mendapat sinisme dari khalayak ramai karena dianggap terlalu memikirkan pemikiran para Filosof. Mengapa demikian? karena orientasi dari Filsafat tidak jelas dibandingkan dengan belajar Ilmu pengetahuan yang lain seperti, Ekonomi,Hukum,Kedokteran dan lain sebagainya yang orientasinya lebih menjanjikan.
Akan tetapi, belajar Filsafat, paling tidak dapat mengentaskan kita dari sikap salling menyalahkan dan menyadarkan kita dari adanya perbedaan. karna setiap manusia pasti menginginkan hidup bahagia, saling menghormati, damai dan sejahtera tanpa adanya pertentangan atau sikap acuh tak acuh dari manusia yang lain. Hal itu bisa diperoleh jikalau kita juga saling menghargai satu dengan yang lainnya. Tentunya semua itu dapat diakses melalui belajar Filsafat,titik. Selain itu, Filsafat merupakan cara pandang yang luas dalam berbagai hal, bahkan untuk menempuh hidup yang sempurna (insane kamil).
Dari Mitos Lahirlah Filsafat
Mempelajari Filsafat berarti menyaksikan lahirnya filsafat. Filsafat lahir dikarnakan kemenanangan akal atas mitos yang memberhala dalam masyarakat Yunani. Dalam pada itu, masyarakat yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata, mencari tahu kebenaran tentang mitos-mitos yang menjadi pedoman hidup yang memberi tahu asal-usul segala sesuatu. Kebenaran yang datang dari mitos atau dongeng, hanya dapat dibenarkan oleh iman atau kepercayaan.Sedangkan akal tidak puas dengan kebenaran yang datang dari mitos karena tidak dapat dibuktikan oleh akal.
Pergumulan akal dengan mitos terjadi kira – kira abad ke 6 SM. Pergumulan tersebut terjadi karena akal tidak puas dengan mitos para dewa dan alam semesta yang begitu menggelora. Kepercayaan semacam ini membuat akal budi manusia terkungkung dan tidak dapat mengembangkan pemikiran-pemikirangnya. Namun demikian, lambat-laun kepercayaan masyarakat Yunani—mitos para dewa dan alam semesta—mulai mengalami pergeseran dan tidak mendapat ruang dihati masyarakat yunani. Hal ini disebabkan, kebenaran mitos tak dapat dipertanggung jawabkan dihadapan akal. Dengan kata lain, masyarakat Yunani—walaupun cuma beberapa gelintir oarang—mulai merubah alur permainan dengan mendobrak kebohongan-kebohongan mitos yang berkembang pada saat itu dan menjadikannya logos, rasional berdasarkan akal budi dan pengetahuan. Proses rasionalisasi tersebut tidak terlepas dari banyaknya para pemuda Yunani yang merantau (sekaligus belajar) ke luar Yunani dan pengaruh Imu Pengetahuan yang beerasal dari babylonia yang kemudian dikembangkan secara kreatif.
Nah, dari sini dapat dimengerti bahwa Filsafat lahir dari rahim mitologi para dewa dan alam semesta sekaligus menjadikan logos sebagai kebenaran yang baru. Dari pergumulan tersebut melahirkan orang-orang sakti macam Thales (625-545 SM), Anaximandros (640-546 SM), Socrates (499-399 SM), Plato (427-347SM), Aristoteles (384-322 SM) dan masih banyak orang sakti yang lahir dari mitologi dewa-dewa. Dan satu hal yang dapat diambil dari dari orang-orang yunani, yakni, ‘kritis’ alias mencari kebenaran yang sesungguhnya.
Asal Kata
Kata filsafat berasal dari kata Yunani yakni ; philo (cinta) dan shofia (kebijaksanan), yang artinya cinta kebijaksanaan. Tetapi, arti filsafat secara Etimology belum menunjukkan arti filsafat yang sesungguhnya. Sebab “mencintai” bisa dilakukan secara pasif – mencintai kebijaksanaan tanpa berusaha untuk memperolehnya. Padahal dalam pengertian terminilogisnya seorang yang mencintai kebijaksanaan, yakni Filsuf, berusaha dengan aktif untuk memperolehnya. Dari sini dapat dimengerti bahwa filsafat dititik beratkan terhadap usaha manusia untuk mendapatkan kebijaksanaan bukan sekedar cinta tanpa mau berusaha. Istilah “Filsafat” pertama kali digunakan oleh Phytagoras (572-497 SM), yang kemudian diarabkan menjadi al-falsafah (cinta kebijaksanaan) dan orangnya disebut failasuf. Setelah menjadi perbendaharaan pemikiran Islam, kata Filsafat (Arab; Falsafah) diidentikan atau disepadankan dengan kata al-hikmah. Menurut Asy-syahristani(w.548/1153 M), philoshophia berarti mahabbah al hikmah (cinta pada kebijaksanaan), dan orangnya disebut muhibb al-hikmah (orang yang cinta kebijaksanaan). kata falsafah diidentikan dengan al-hikmah, dilihat dari kesamaan makna.sedangkan kata al-hikmah sering kali dipakai dalam Al-qur’an. Misalnya surat Al-Baqarah ayat 269 dan An-Naml ayat 125. Filsafat (al-hikmah) sendiri terbagi menjadi dua bagian, filsafat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis filsafat menawarkan kebenaran, secara praktis filsafat menawarkan kebaikan. Dengan demikian antara Filsafat dengan al-qur’an tidak bertentangan, bahkan al-qur’an sendiri diberikan kepada makhluk tuhan yang mempunyaai akal, agar dapat dimengerti maksud dari berbagai macam ayat-ayat al-qur’an. lantas mengapa kita enggan menggunakan akal kita (taqlid buta) sebagai mitra kerja yang telah dianugerahkan kepada setian insan.?
Good Job Pak Muzayyidin....
BalasHapusSalam kompak tuk semua sahabat PMII Komisariat Raden Rahmat,mari suarakan kebenaran dengan tetap menjaga kebersamaan.
Tangan terkepal > maju ke muka
Salam tuk sahabat2 Raden Rahmat angkatan 2008,masih kompak kah kalian?
BalasHapusPak Zayyid harus bisa jadi pioneer ya,agar anak2 gk karepe dewe,he...he...
Masih sering futsal ya?
Tunggu kedatanganku...