Selasa, 19 April 2011
KNPI Bakal Dapat Hibah Rp. 500 Juta
(www.malangkab.go.id)Bupati Rendra Kresna menegaskan,pengalokasian dana APBD 2011 untuk KNPI ini adalah bentuk komitmen Pemkab untuk memajukan bidang kepemudaan. "Kita berkomitmen untuk memajukan bidang kepemudaan. Sebab generasi muda ini yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan," jelasnya. Menyinggung soal dana tersebut, Rendra yakin, mekanisme pengelolaan dana hibah lebih mudah dibanding dengan pola bantuan. "Dana tersebut akan lebih mudah dikelola sendiri oleh KNPI jika polanya Hibah. Dana ini nantinya diperuntukkan bagi DPD dan OKP (Organisasi Kepemudaan) yang ada di Kabupaten Malang. Asal penggunaannya sesuai dengan proposal yang diajukan, saya rasa tidak ada masalah,tapi kalau tidak sesuai peruntukannya,pasti nanti berhadapan dengan BPK," tegasnya di depan 32 tokoh OKP dan pengurus DPD KNPI Kab. Malang. Ketua DPD KNPI Kab. Malang, Khoirul Anam mengatakan jika dana ini menjadi sangat berarti untuk menggerakkan berbagai kegiatan pemuda di KNPI maupun OKP.”Bupati kita ini sangat mengerti kebutuhan pemuda dan memang memiliki tekad untuk memajukan pemuda Indonesia,” katanya sambil memuji. Anam menambahkan, tahun 2011 ini KNPI akan melaksanakan pembinaan pemuda kader pembangunan desa. “Mereka akan dilatih sehingga memiliki kapasitas dan kapabilitas turut aktif melaksanakan pembangunan,” katanya. (Humas/Ali SM)
Minggu, 17 April 2011
PMII : PEMKAB WAJIB MENYANTUNI KORBAN BENCANA
Tragedi Bencana longsor yang terjadi di kecamatan Ngantang telah menewaskan 9 orang. ...seharusnya pemerintah daerah bergerak cepat dan tanggap dalam menangani bencana di wilayah kabupaten malang, kami melihat kelambanan ini karena tidak adanya "kemauan" kuat dari aparat pemda,sehingga keluarga korban tidak memiliki kepastian atas penerimaan santunan, ujar ketua cabang pmii kabupaten malang ini.
51 TAHUN PMII : SAVE OUR MOVEMENT !!!
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kabupaten Malang mengadakan berbagai kegiatan dalam menyambut HARLAH PMII ke 51, diawali dengan kunjungan ke Radar Malang dalam rangka sinergitas mengawal demokrasi dan pembangunan daerah, dilanjutkan dengan malam refleksi dan launching buletin "pena gerakan" di Cafe Kedai Bamboe Kepanjen Malang

Kamis, 07 April 2011
PMII Peduli Pasar Tradisional
Kepanjen, Malang - Jawa Timur
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Malang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, Kamis (07/04) menggelar Dialog Arah Kebijakan Publik. Kegiatan yang dimulai pukul 9.30 wib ditempatkan di waroeng kampoeng hijau ardirasa Kepanjen Malang
Ketua Umum PMII Cabang Kabupaten Malang, Masruri Mahali mengatakan tema dialog adalah “Bagaimana Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Wilayah Kabupaten Malang.”
“Kami mengambil tema ini harapannya agar tercipta sinergitas kebijakan pemda dengan para pelaku pasar tradisional dan pedagang eceran, serta munculnya gagasan-gagasan cerdas dalam menjawab permasalahan-permasalah pasar tradisional yang sangat kompleks” katanya.
Adapun pembicara dalam seminar tersebut, tambahnya yakni H. Rudianto (Kepala Disperindag dan Pasar) dan dihadiri elemen mahasiswa, pedagang pasar dan OKP di wilayah Malang.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Malang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, Kamis (07/04) menggelar Dialog Arah Kebijakan Publik. Kegiatan yang dimulai pukul 9.30 wib ditempatkan di waroeng kampoeng hijau ardirasa Kepanjen Malang
Ketua Umum PMII Cabang Kabupaten Malang, Masruri Mahali mengatakan tema dialog adalah “Bagaimana Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Wilayah Kabupaten Malang.”
“Kami mengambil tema ini harapannya agar tercipta sinergitas kebijakan pemda dengan para pelaku pasar tradisional dan pedagang eceran, serta munculnya gagasan-gagasan cerdas dalam menjawab permasalahan-permasalah pasar tradisional yang sangat kompleks” katanya.
Adapun pembicara dalam seminar tersebut, tambahnya yakni H. Rudianto (Kepala Disperindag dan Pasar) dan dihadiri elemen mahasiswa, pedagang pasar dan OKP di wilayah Malang.
Selasa, 05 April 2011
PBNU Berharap PMII Kembali Jadi Banom NU
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan keinginannya agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dapat kembali menjadi badan otonom NU sebagaimana dilahirkan dahulu.
Upaya pendekatan untuk menjalin komunikasi ini sedang dilakukan oleh para pengurus PBNU, dan termasuk senior PMII kepada para pengurus PMII yang ada saat ini.
“PMII akan dipanggil dahulu, mau apa tidak bergabung dengan NU, kalau tidak ya kita bikin sendiri,” katanya.
Keinginan PBNU untuk memiliki wadah bagi para mahasiswanya dianggap penting karena langkah dan sikap PMII dinilai sudah cukup jauh dari tradisi NU, seperti kejadian dalam kongres di Banjarmasin Maret 2011 lalu, yang sampai menimbulkan korban luka-luka.
Wacana pembentukan kembali badan otonom untuk mahasiswa NU ini merupakan hasil dari rekomendasi rapat pleno PBNU yang diselenggarakan di kompleks Pesantren Krapyak Yogyakarta, 27-28 Maret 2011. (mkf)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan keinginannya agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dapat kembali menjadi badan otonom NU sebagaimana dilahirkan dahulu.
Upaya pendekatan untuk menjalin komunikasi ini sedang dilakukan oleh para pengurus PBNU, dan termasuk senior PMII kepada para pengurus PMII yang ada saat ini.
“PMII akan dipanggil dahulu, mau apa tidak bergabung dengan NU, kalau tidak ya kita bikin sendiri,” katanya.
Keinginan PBNU untuk memiliki wadah bagi para mahasiswanya dianggap penting karena langkah dan sikap PMII dinilai sudah cukup jauh dari tradisi NU, seperti kejadian dalam kongres di Banjarmasin Maret 2011 lalu, yang sampai menimbulkan korban luka-luka.
Wacana pembentukan kembali badan otonom untuk mahasiswa NU ini merupakan hasil dari rekomendasi rapat pleno PBNU yang diselenggarakan di kompleks Pesantren Krapyak Yogyakarta, 27-28 Maret 2011. (mkf)
Langganan:
Komentar (Atom)

