Jumat, 28 Oktober 2011

AKSI MENYONGSONG 83 TAHUN REFLEKSI SOEMPAH PEMOEDA

Kamis, 27 Oktober 2011 13:35


KEPANJEN–Menyongsong hari Sumpah Pemuda, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Malang, berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Malang, kemarin. Mereka menuntut Presiden SBY dan wakilnya Boediono, turun dari jabatannya karena dianggap gagal.
Moch. Mukhlis, Ketua PMII Kabupaten Malang, mengatakan dalam aksi demo ini mereka mengangkat isu nasional dan lokal terkait gagalnya pemerintahan SBY-Boediono. Pertama pemerintahan SBY-Boediono dianggap gagal karena kasus korupsi masih merajalela. Lalu, perbatasan wilayah Indonesia yang masih sering dicaplok (diakui) oleh Malaysia.
“Sedangkan untuk isu lokal, adalah pelayanan Jampersal dan Jamkesmas tidak merata. Masih banyak orang miskin yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan itu,” ungkap Moch. Mukhlis.
Selain mengkritik Pemerintahan SBY-Boediono, mereka juga menganggap bahwa satu tahun kepemimpinan Bupati Malang Rendra Kresna masih belum banyak menghasilkan perubahan. Yakni kepedulian pendidikan di wilayah pedesaan masih minim. Itu dibuktikan dengan masih banyaknya sekolah rusak.
Sementara itu, meski berjalan aman, namun aksi unjuk rasa kemarin sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan aparat kepolisian. Itu terjadi ketika puluhan mahasiswa berusaha menerobos pagar pintu kantor DPRD Kabupaten Malang, yang dijaga oleh puluhan polisi.
Meski sempat saling dorong hingga pagar pintu nyaris roboh, namun akhirnya pendemo bisa tenang. Itu setelah beberapa perwakilan diminta masuk ke dalam gedung untuk bertemu dengan Sekretaris Dewan Irianto. Setelah seluruh aspirasinya disampaikan, pendemo akhirnya membubarkan diri. Namun sebelumnya, mereka terlebih dahulu membakar puluhan poster bertuliskan kritikan yang dibawanya.
Terpisah, Irianto mengatakan terkait pelayanan kesehatan dan pendidikan untuk fakir miskin, saat ini Pemda sedang menggodoknya. Kemungkinan untuk tahun depan (2012) baru bisa dilaksanakan. “Sedangkan terkait tuntutan Presiden SBY-Boediono turun karena dianggap gagal, akan ditampung yang kemudian aspirasinya itu akan disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang, yang selanjutnya disampaikan ke pusat,” terang Irianto.(agp/jon)

2 komentar:

  1. Maju tak gentar membela yang benar...
    eksis terus sahabat2 PMII Malang selatan...

    Tangan terkepal dan maju ke muka...
    walaahul muwaffiq ila aqwamith thoriq...
    Wassalam..

    BalasHapus
  2. Salam KOMPERSA Sahabat.....
    Mana blog berikutnya..?
    Saya tunggu artikel2 berikutnya ya...!

    BalasHapus