Minggu, 07 November 2010

SIMPOSIUM KEBANGSAAN PASCA PILKADA


SAMBUTAN KETUA UMUM *
PENGURUS PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KABUPATEN  MALANG 

Kota Kepanjen, 06 November  2010


Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirrahmannirrahim.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamien. Asyhadu an-laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariekalah.
Lahulmulkul haqqul mubien. Wasyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuuluhushoodiqul wa’dil amien.
Shallallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin. Wa’alaa aalihi washahbihii ajma’ien. Amma ba’du.

·         Kepada Pengurus Besar  PMII ;
·         Kepada Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur yang kami hormati ;
·         Kepada Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri RI
·         Segenap Majelis Pembina Cabang PMII Kabupaten Malang ;
·         Segenap Pejabat Pemerintah dan Tamu Undangan yang kami hormati ;
·         Seluruh Kader Aktivis PMII yang kami hormati;
Maha suci Allah, pertama kali ingin kami panjatkan syukur keharibaan Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita dapat menghadiri forum yang insyaalah mubarokah ini semoga berada dalam jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Amien.
Selanjutnya kami juga ingin menyampaikan sholawat dan salam semoga tetap tercurahlimpahkan pada kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau yang telah mengeluarkan umat manusia dari ruang kegelapan menuju alam cahaya terang: yakhruju minal dhulumaati ilannur. Semoga Syafaatnya selalu terlimpah untuk kita semua. Amin-amin ya rabbal ‘alamien.

Sahabat-sahabati yang berbahagia
Hari ini, melalui forum yang mulia ini, perkenankan saya atas nama Pengurus PMII Cabang Kabupaten Malang untuk mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan peran serta semua pihak pada kegiatan hari ini, tanpa ada peran serta Bapak/Ibu/Sahabat/Sahabati acara ini tidak akan terselenggara dan berjalan sesuai apa yang diharapkan.

Hadirin yang kami hormati
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah meyakini bahwa kehadirannya adalah untuk mewujudkan peran kholifah fil ardhi. Sebagai organisasi yang berasaskan pada pancasila PMII mempunyai komitmen kebangsaan yang utuh dan keadilan sosial. Integrasi dari pemahaman keislaman dan kebangsaan adalah upaya dalam pemahaman yang holistic, mengharuskan PMII berdialektika dengan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan Negara.

Hadirin yang kami hormati
Bahwa dalam konteks kekinian, Indonesia masih dalam suasana transisi yang perlu mendapat pengawalan, penyelamatan dan euoforia demokrasi prosedural. Hal ini terletak dari komitmen dari semua pihak dalam domain Negara Republik Indonesia. Pilihan-pilihan yang bagaimana akan diperankan oleh PMII terletak dari sisi mana dan konteks apa-apa warga bangsa bergerak. Pengawalan struktur pemerintahan yang sehat dan efektif, ini diwarnai oleh ulah aktor politik “politisi hitam” , menjadi signifikan PMII untuk melakukan gerakan-gerakan pengawalan demokrasi yang memang betul tumbuh dari kesadaran nurani rakyat, agar tidak memberi ruang bebas dalam wilayah struktural pemerintahan pada politisi hitam.
Konteks lokal Kabupaten Malang, PMII tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan terhadap kondisi lokal yang telah menjadi ajang perebutan kelompok-kelompok kepentingan ekonomi, kekuasaan. PMII memiliki peran yang sungguh-sungguh untuk melakukan upaya-upaya yang seksama sebagaimana yang harus dilakukan  dalam menyikapi format perebutan kepentingan lokal. Oleh karenanya, PMII pada momentum mulia ini siap menempatkan dirinya diantara dua kekuatan besar yaitu rakyat dan Negara dalam kaitannya dengan proses-proses transformasi ideology, paradigma, derivasi paradigma hingga aksi-aksi sosial yang harus dilakukan oleh PMII dalam menyikapi carut-marutnya persoalan publik. Aksi-aksi sosial tidak hanya berhenti pada kerja-kerja kultural melainkan juga kerja-kerja struktural. PMII sebagai organisasi pengkaderan dengan basis yang besar memiliki kekuatan ideologis dan kesejarahan yang panjang apakah hanya mampu untuk menjadi penjemput bola diluar lapangan atau berani mengambil perannya. Maka oleh kondisi yang demikian, PMII dituntut untuk selalu melakukan pengkajian-pengkajian kritis guna menumbuhkan sense politik yang kuat dan mampu melawan arus guna meminimalisir kepentingan hegemonik “elit”.
               Kabupaten Malang adalah basis utama Nahdlatul Ulama (NU), organisasi massa terbesar di Indonesia. Memanasnya suhu politik dikalangan masyarakat Kabupaten Malang, dan perpecahan dikalangan NU memang sangat meresahakan, perebutan suara warga NU menjadikan suhu politik memanas. Namun catatan yang terpenting dari pilkada Kabupaten Malang adalah amuk massa sama sekali tidak terjadi diwilayah-wilayah rawan. Rakyat Kabupaten Malang sudah sangat dewasa dalam berpolitik. Demokrasi terasa indah di Kabupaten yang dipenuhi oleh santri ini. Walau mahal dan melelahkan namun demokrasi tumbuh wajar. Adalah pelecehan atas rakyat apabila masih ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara menebarkan isu-isu negatif. Bahwa suara NU akan terpecah, sudah pasti, bahwa salah satu pasangan akan menjadi pemenang, juga sudah pasti persiapan yang terpenting bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan itu secara terhormat.
               Akhirnya KPU Kabupaten Malang menetapkan pasangan Drs.H.Rendra Kresna-H.Ahmad Subhan, AMd menjadi Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Malang 2010-2015. Perjalanan demokrasi di Kabupaten Malang memang panjang, selain panjang juga besarnya biaya ongkos pilkada, belum termasuk biaya kampanye atau ongkos politik yang dikeluarkan pasangan calon. Bisa dibayangkan berapa biaya yang telah dikeluarkan dalam keseluruhan pelaksanaan demokrasi prosedural di Kabupaten Malang. Kita mengapresiasi pemilih Kabupaten Malang yang telah menunjukkan kedewasaan politiknya untuk mengikuti prosedur demokrasi yang diharapkan mampu membawa perbaikan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Malang. Perbedaan-perbedaan yang terjadi selama pilkada mampu diselesaikan dengan cara dewasa tanpa adanya kekerasan. Demokrasi kita yang masih muda harus didorong agar bisa menjadi lebih implementatif yang membawa perbaikan nasib rakyat. Upaya untuk membawa demokrasi lebih berarti bukan hanya tanggung jawab rakyat, tetapi lebih pada pemain demokrasi sendiri yang diharapkan mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh warga Kabupaten Malang.
               PMII hadir sebagai bagian dari entitas sejarah yang berkembang secara dinamis di Indonesia. PMII hadir dan didirikan untuk terus mengawal proses transformasi kebangsaan di Indonesia termasuk dalam hal ini adalah yang berada dalam naungan PMII Cabang Kabupaten Malang dalam memainkan perannya. Hal ini disadari karena pergulatan membangun bangsa yang kokoh berkeadilan dan sejahtera masih belum mampu diwujudkan secara komperehensif. Kemiskinan, kesenjangan sosial, KKN, penegakan hukum yang amburadul, demokrasi yang mengalami distorsi serta berbagai persoalan-persoalan lain yang masih saja menggelayuti urat dan jantung bangsa ini. Karena itu diperlukan kesinambungan dan kesamaan perspektif dalam menata dan merangkai kembali bangsa Indonesia secara luas dan Kabupaten Malang secara khusus. Sikap saling menghargai, menghormati dan saling bahu-membahu dengan semua elemen bangsa ini menjadi amat penting dalam rangka keluar dari persoalan tersebut.
               Untuk itulah PMII merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Tentunya dengan nilai dan strategi gerakan yang disesuaikan dengan cita-cita perjuangan organisasi PMII. Disamping itu, dengan menjadikan fakta sejarah sebagai entitas utuh, akan menjadi pengalamn masa lampau sebagai pisau analisa untuk merangkai masa depan yang lebih baik. Agama mengajarkan kita sebagai manusia yang berinteraksi dalam masyarakat harus selalu melakukan hubungan yang baik dan bermanfaat satu dengan yang lainnya sehingga terciptanya masyarakat yang harmonis kondusif dan progresif. Inti dari makna ajaran tersebut kita harus melakukan habluminannas secara universal dan general masuk pada setiap ranah dan aspek kehidupan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya yang dipandang sangat mempunyai peranan penting dalam konteks kehidupan sosial.
               PMII sebagai organisasi kader adalah bertanggungjawab untuk menyiapkan kader-kader yang memiliki integritas keilmuan dan wawasan luas sebagai bentuk manifestasi dari cita-cita PMII membentuk kader ulul albab. Dengan harapan mampu memberi sumbangsih pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial dalam roda kebangsaan ini serta dengan harapan warga PMII dengan memiliki kemampuan yang berbeda, menjadikan PMII untuk menjadi wadah gerakan sosial. Tidak hanya mandek dalam wilayah aksi (demontrasi) akan tetapi pendampingan-pendampingan terhadap rakyat tertindas (mustad’afin), sebagai keperpihakan terhadap lajunya transparansi politik dan konsolidasi demokrasi sehingga betul-betul tercipta bangunan masyarakat sipil (civil society)
Di awal tahun  2011 yang akan datang, Kota Kepanjen akan diresmikan sebagai Ibu Kota Pemerintahan Kabupaten Malang. Menjadikan suatu kebanggan tersendiri bahwa organisasi mahasiswa yang memiliki kepengurusan lengkap dan memiliki kader yang potensial di kampus-kampus wilayah kabupaten Malang hanyalah PMII. Apresiasi dan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada pimpinan Perguruan Tinggi di wilayah kabupaten Malang yang telah mensupport PMII sebagai organisasi pilihan mahasiswa dan ber-PMII merupakan pilihan paling rasional dan objektif guna mewujudkan cita-cita tujuan mulia PMII yaitu Terbentuknya Pribadi Muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggungjwab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya serta mewujudkan cita-cita komitmen atas kemerdekaan Indonesia
Dengan landasan berfikir tersebut maka kami Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Malang bekerjasama dengan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri RI menyelenggarakan SIMPOSIUM KEBANGSAAN PASCA PILKADA dengan tema “ Merajut Kembali Visi Kebangsaan, Menuju Masyarakat Aman dan Damai Tanpa Konflik “ sebagai perwujudan tanggung jawab moral dalam membangun Good Society terhadap masyarakat, agama, bangsa dan negara, sekaligus upaya kita agar menjadi bangsa yang bermartabat.

TANGAN TERKEPAL MAJU KEMUKA !
Wallahul Muwafieq Ila Aqwamith Tharieq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar